6 Januari 2012

Aku. Kangen. Kamu.

Rasa kangen itu emang bener-bener ngga enak. Mau dibiarin, tapi menyiksa, mau dikatakan, tapi gengsi.

Aku termasuk orang yang gampang kangen.
Satu hirupan parfum miliknya bisa membuatku langsung terhanyut rasa kangen hanya dalam waktu hitungan detik.

"Ih, kok bau parfumnya kayak dia sih, jadi kangen.."

Lalu tak lama, temanku menimpali

"Masih aja kejebak masa lalu. Klasik"

Aku malu tertunduk. Huh, sial! Aku bukannya terjebak di masa lalu, tapi apa salahnya sih ngerasa kangen sama orang yang dulu aku sayang.

Kadang sebuah lagupun, bisa membuat aku mudah mengingat-ingat yang lalu-lalu. Tidak ada sedikit niat untuk menghapus lagu itu, walaupun ribuan kenangan didalamnya membuatku sedikit tersiksa. Kalau waktunya tepat, bahkan aku bisa sedikit meneteskan airmata karena rasa kangen sudah teramat sangat. Biasanya aku lebih banyak diam, mendengar lagu itu melalui headset, aku pahami liriknya, lalu aku ingat-ingat kembali masa-masa itu.

Sebuah lagu ternyata bisa membawamu ke dalam kotak masa lalu.

Pernah waktu itu, aku dan kakakku menikmati makan siang di Amazy. Aku duduk tepat di dekat jendela, saat itu hujan. Aku memesan chicken crispy dan kentang goreng. Lagi-lagi aku terhanyut rasa kangen.

"Pas itu, aku sama dia juga duduk disini loh kak, mesen makanannya juga kayak gini juga. Uh jadi kangen.."

Kakakku malah bilang

"Hahaha kamu masih nginget-nginget juga ya de? Emang dianya masih inget sama kamu? Emangnya dia kangen sama kamu? Siapa tau dia lagi asyik sama cewek barunya"

Aku sedikit diam. Tapi lagi-lagi aku berpikir, apa salahnya sih kalo ngerasa kangen sama orang yang pernah aku sayang. Tapi bener juga ya, ngapain juga aku inget-inget dan ngerasa kangen sama dia, kan nyesek kalo ternyata dia ngga ngerasa yang sama kayak yang aku rasain.

Aku menggenggam handphoneku, aku lihat isi inboxnya satu-persatu. Sms dari dia yang dulu-dulu masih kusimpan di dalam folder. Kubaca satu persatu. Pikiranku terbang kemana-mana seakan-akan ada di dalam kotak masa lalu. Aku mengambil nafas panjang. Aku klik tombol delete, dan aku pilih tulisan 'delete all'. Sekarang semua sms-sms dari dia sudah terhapus. Aku ngga mau lagi mengingat-ingat dan ngerasa kangen lagi sama dia. Karena aku sadar, untuk apa mengingat-ingat seseorang kalo orang itu ngga pernah lagi inget semua tentang kita. Buang-buang waktu kan?

Salah satu temanku pernah bilang ke aku

"Aku melewati apa yang terjadi di belakang dan kini aku berjalan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku.."

Dan ini terakhir kalinya aku bilang ke kamu kalo.. Aku. Kangen. Kamu.