Gimana bisa otakku memilih pergi kalau isi otakku semuanya penuh kamu. Kamu-kamu melulu. Jangan bosan. Karena akan kamu seterusnya, seterusnya akan selalu begitu, begitu hingga semut mempunyai gigi taring yang tajam.
Terima kasih, karena sudah membuatku disini tidak itu-itu melulu.
Terima kasih, karena sudah berbicara milyaran kata yang menurutku itu lebih dari penting.
Terima kasih, karena sudah mau berbagai celoteh-celotehan yang lucu, dan tidak menjadi sekadar haha-hihi saja.
Terima kasih, karena sudah menjadi orang yang menyenangkan, namun tidak jarang juga kamu menjadi orang sangat-sangat menyebalkan.
Terima kasih, karena sudah jadi orang favoritku.
Terima kasih...
Ditulis sambil memutar lagu,
I Love You Anyway by Mocca