13 Juli 2014

Sementara itu..

Tolong yakinkan bahwa kamulah orangnya. Aku orang yang apa-apa pake perasaan, ngga pake logika, makanya tolong, jangan mainin perasaan yang aku punya. Menyesal itu selalu datang terakhir, sayang. Selalu ingat itu. Coba pikirkan, kalau tiba-tiba aku sudah capek kelelahan memakai perasaan, lalu aku pakai logikaku untuk berpikir sejenak perlakuan bodoh apa yang udah aku lakuin. Dan kemudian aku menyalahkan diriku sendiri dan berpikir untuk apa bertahan dan berjuang sementara kamu sibuk menerima dan tersenyum lepas, yang padahal aku disini selalu berusaha memperbaiki lukaku sendiri, aku sendiri yang selalu menghapus airmataku, tanpa dibantu sama kamu, entah kamu ngga tau, atau emang ngga mau tau. Tapi aku kayak udah kecanduan, walaupun sesakit itu, kamu tetep jadi orang yang pengen aku temuin setiap hari, apa aku bodoh ya? Coba sedikit ngerti, jangan aku melulu, jangan hanya menerima dan tersenyum, sayang. Aku ngga tau, mungkin kamu tersenyum dalam hati karena udah ngebikin aku segininya sama kamu, bahagia? Semua itu bakal berbalik, sayang. 
Selamat tidur, semoga aku bahagia dan semoga aku sadar.

13 Juli 2013, 02.38 am

18 Juni 2014

Selesaiin masalahnya, bukan kisahnya.

Gitu ya, deni, diinget loh.

7 Mei 2014

Jangan begitu ya.

Jangan sekalipun ada di otakmu perasaan ingin pergi. Karena kamu tau? Otakku sama sekali tidak pernah terpikir itu. Kalaupun aku pernah bilang ke kamu, mungkin itu tandanya aku cuma ingin tau, kamu bakal menahan aku pergi atau malah kebalikannya.
Gimana bisa otakku memilih pergi kalau isi otakku semuanya penuh kamu. Kamu-kamu melulu. Jangan bosan. Karena akan kamu seterusnya, seterusnya akan selalu begitu, begitu hingga semut mempunyai gigi taring yang tajam.

Terima kasih, karena sudah membuatku disini tidak itu-itu melulu.
Terima kasih, karena sudah berbicara milyaran kata yang menurutku itu lebih dari penting.
Terima kasih, karena sudah mau berbagai celoteh-celotehan yang lucu, dan tidak menjadi sekadar haha-hihi saja.
Terima kasih, karena sudah menjadi orang yang menyenangkan, namun tidak jarang juga kamu menjadi orang sangat-sangat menyebalkan.
Terima kasih, karena sudah jadi orang favoritku.
Terima kasih...



Ditulis sambil memutar lagu,

I Love You Anyway by Mocca
Sekali-kali, boleh kan kita keluar dari zona nyaman? Keluar dari kebiasaan kita yang itu melulu?
Karena kita ngga tau, diluar sana ada hal apa saja dan ada pelajaran apa saja.


24 April 2014

Tujuanmu, itu yang harus kamu pikirkan selalu.